Hati yang Menemukan Jalannya
20 Juli 2016
Dari Buku Puisi “Kalender Tanpa Tahun” (dicetak tahun 2016)
___
Playlist:
Album KTT - Country:
https://www.youtube.com/playlist?list=PL6GN2juwzE17RsTt3Rrd9Z-bkKS4wa-oO
[Verse 1]
Belakangan aku coba mengingatmu
Saat kau belum berarti apa-apa bagiku
Kupikir kau hanya singgah di sekitar
Bayangmu sering lewat, tapi tak pernah kucari
Orang bilang kau mempesona
Aku tertawa, tak ambil peran
Kusarankan mereka mendekat saja
Aku memilih tak peduli, kuanggap angin lalu semua
[Pre-Chorus]
Entah karena kata yang tak terjaga
Atau hukum sebab yang bekerja diam-diam
Tanpa rencana, tanpa suara
Aku mengenalmu saat hatiku kehilangan arah
[Chorus]
Saat cinta lama runtuh perlahan
Yang lain datang, tapi tak ada kepastian
Hati ini bukan milikku sepenuhnya
Ada yang lebih besar menggenggam rasanya
Jika aku jatuh, siapa bisa menawar?
Jika aku memilih, siapa bisa menghalang?
Cinta bukan logika yang bisa dipaksa
Ia menemukan jalannya sendiri, tanpa bertanya
[Verse 2]
Seorang wanita lain bisa saja kupuja
Tapi batin tak pernah sepakat dengan kepala
Psikolog bilang ini konflik jiwa
Antara kehendak sadar dan hasrat yang nyata
Kau coba menyepelekannya
Menganggap rasa hanya ilusi sesaat
Tapi mereka melihat yang sebenarnya
Saat hatiku mulai belajar bicara jujur tanpa syarat
[Chorus]
Saat cinta lama runtuh perlahan
Yang lain datang, tapi tak ada kepastian
Hati ini bukan milikku sepenuhnya
Ada yang lebih besar menggenggam rasanya
Jika aku jatuh, siapa bisa menawar?
Jika aku memilih, siapa bisa menghalang?
Cinta bukan logika yang bisa dipaksa
Ia menemukan jalannya sendiri, tanpa bertanya
[Bridge]
Dari layar biru dan kata sederhana
Aku tahu jarak ini bukan ilusi belaka
Kau jauh di sana, di luar jangkauan tangan
Seperti makna hidup yang tak selalu bisa kugenggam
Mungkin ini karma, mungkin takdir
Atau sekadar jiwa yang saling mengenal diam-diam
Dalam dunia yang absurd dan penuh pilihan
Aku belajar menerima, tak semua harus kupastikan
[Final Chorus]
Saat hatiku akhirnya mengalah
Bukan pada manusia, tapi pada kebenaran rasa
Hati ini Tuhan yang punya
Aku hanya penjaga yang belajar percaya
Jika aku jatuh, biarlah jatuh jujur
Jika aku berharap, biarlah dengan sabar dan syukur
Meski kau jauh dalam jangkauanku di sana
Cinta telah mengajariku arti manusia
[Outro]
Belakangan aku tak lagi melawan
Apa yang pelan-pelan hatiku ajarkan
Tak semua yang jauh harus dimiliki
Kadang cukup dimengerti… dan diterima dengan tenang
20 Juli 2016
Dari Buku Puisi “Kalender Tanpa Tahun” (dicetak tahun 2016)
___
Playlist:
Album KTT - Country:
https://www.youtube.com/playlist?list=PL6GN2juwzE17RsTt3Rrd9Z-bkKS4wa-oO
[Verse 1]
Belakangan aku coba mengingatmu
Saat kau belum berarti apa-apa bagiku
Kupikir kau hanya singgah di sekitar
Bayangmu sering lewat, tapi tak pernah kucari
Orang bilang kau mempesona
Aku tertawa, tak ambil peran
Kusarankan mereka mendekat saja
Aku memilih tak peduli, kuanggap angin lalu semua
[Pre-Chorus]
Entah karena kata yang tak terjaga
Atau hukum sebab yang bekerja diam-diam
Tanpa rencana, tanpa suara
Aku mengenalmu saat hatiku kehilangan arah
[Chorus]
Saat cinta lama runtuh perlahan
Yang lain datang, tapi tak ada kepastian
Hati ini bukan milikku sepenuhnya
Ada yang lebih besar menggenggam rasanya
Jika aku jatuh, siapa bisa menawar?
Jika aku memilih, siapa bisa menghalang?
Cinta bukan logika yang bisa dipaksa
Ia menemukan jalannya sendiri, tanpa bertanya
[Verse 2]
Seorang wanita lain bisa saja kupuja
Tapi batin tak pernah sepakat dengan kepala
Psikolog bilang ini konflik jiwa
Antara kehendak sadar dan hasrat yang nyata
Kau coba menyepelekannya
Menganggap rasa hanya ilusi sesaat
Tapi mereka melihat yang sebenarnya
Saat hatiku mulai belajar bicara jujur tanpa syarat
[Chorus]
Saat cinta lama runtuh perlahan
Yang lain datang, tapi tak ada kepastian
Hati ini bukan milikku sepenuhnya
Ada yang lebih besar menggenggam rasanya
Jika aku jatuh, siapa bisa menawar?
Jika aku memilih, siapa bisa menghalang?
Cinta bukan logika yang bisa dipaksa
Ia menemukan jalannya sendiri, tanpa bertanya
[Bridge]
Dari layar biru dan kata sederhana
Aku tahu jarak ini bukan ilusi belaka
Kau jauh di sana, di luar jangkauan tangan
Seperti makna hidup yang tak selalu bisa kugenggam
Mungkin ini karma, mungkin takdir
Atau sekadar jiwa yang saling mengenal diam-diam
Dalam dunia yang absurd dan penuh pilihan
Aku belajar menerima, tak semua harus kupastikan
[Final Chorus]
Saat hatiku akhirnya mengalah
Bukan pada manusia, tapi pada kebenaran rasa
Hati ini Tuhan yang punya
Aku hanya penjaga yang belajar percaya
Jika aku jatuh, biarlah jatuh jujur
Jika aku berharap, biarlah dengan sabar dan syukur
Meski kau jauh dalam jangkauanku di sana
Cinta telah mengajariku arti manusia
[Outro]
Belakangan aku tak lagi melawan
Apa yang pelan-pelan hatiku ajarkan
Tak semua yang jauh harus dimiliki
Kadang cukup dimengerti… dan diterima dengan tenang
- Category
- COUNTRY HITS
Commenting disabled.















